Ternyata anak-anak juga punya skill agen CIA

Saya pernah dengar cerita tentang film The Recruit (2003), film fiksi tentang proses seleksi masuk anggota CIA (badan intelejen elit di USA).

Di film itu, semua orang yang lolos ujian tulis dan wawancara bakal dikarantina di fasilitas pendidikan rahasia yang mereka sebut The Farm.

Karakter Walter Burke, salah satu instruktur di The Farm ngomong begini

“You must learn to decieve, to role play..”

Jadi selama masa pendidikan, semua agen baru CIA harus belajar mengelabui orang, dan juga belajar “jadi orang lain”, misalnya jadi dokter gadungan, atau jadi tukang listrik palsu.

Setelah nonton film itu, pak suami jadi ingat sesuatu…

Walaupun dia bukan anggota CIA, dulu… waktu masih anak-anak, dia seneng banget main pistol-pistolan. Enam orang dibagi menjadi dua kelompok, satu kelompok jadi polisi, satunya lagi jadi maling.

Kadang-kadang…

Satu anggota maling bisa jadi pengkhianat dan akhirnya masuk dalam kelompok polisi.

Seru banget katanya, mencoba sembunyi sambil jantung berdebar-debar setelah lari kesana kemari, belum lagi rasa ketakukan bakal ketembak, padahal cuma sekedar pura-pura.

Ternyata skill role playing ini sudah bawaan manusia dari sononya..

Contohnya anak Saya yang umurnya 3 tahun, dia girang banget kalau diajak main jadi bajak laut, apalagi kalau dibuatin topi bajak laut dari karton.

Biasanya dia teriak-teriak “Arrr… ahoy…”

Seru sih.. tapi gak bisa sering-sering main role-playing karena bikin mainannya agak ribet, harus gambar dulu di atas karton / kertas pakai spidol, dipotong, baru diwarnai pakai cat warna.

Coba kalau ada desain mainan role-playing yang tinggal diprint dan digunting, bakal membuat hidup terasa lebih indah kayaknya.. 😂

Kalau Moms juga pengen punya koleksi mainan role-playing, yuk ikut saya ke

https://mainsambilbelajar.com/irit-activity-books/